Sayap – sayap patah…

Kucoba kembangkan sayap patahku, tuk terbang tinggi lagi diangkasa… Melayang melukis langit, merangkai awan-awan mendung (Sayap patah, Dewa 19)

about Pendapatku soal poligami…

Posted by qultie on April 3, 2008

Paling gerah klo’ dah dengar omongan ini, kenapa lelaki harus berpoligami?

yah, sunah nabi… rosul pun melakukan hal yg sama, tpi rasanya rosul melakukan hal itu ada alasan yg kuat, bukan seperti laki2 jaman sekrang yg cm untuk memuaskan nafsunya aja…

sorry klo’ aq ngomong gitu, itu pendapatku… coba kalau memang tulus mengikuti sunah nabi, kenapa perempuan baru yg diambil “biasanya” lebih muda, lebih cantik?

dan pada saat lelaki itu berhubungan dgn perempuan ke-3 ini, pasti tidak diketahui oleh istri pertama, bukannya ini perselingkuhan? bukannya ini dosa?barusan aq chating sm seseorang ngomongin soal poligami, dia berniat kawin lagi… saya tanya lasannya dia bilang, karena sayang… Heran…

ini kah yg disebut mengikuti sunah nabi?

bukan bermaksud menjudge laki2, tpi coba.. pernahkah terpikir di benak mereka apabila mereka berada diposisi perempuan ? apa yg mereka rasa kalau tiba2 suaminya membawa perempuan lain masuk dalam kehidupan mereka?

kadang ada perempuan yg tidak bisa menolak, karena keinginan suami adalah surga. dan sbg istri yg soleh harus mengikuti kata suami, ada jg yg tidak dapat menolak dikarenakan materi, tidak punya daya dan upaya apabila dia memintacerai, belum lagi urusan anak.

Kawan ku tadi bilang, jodoh itu dah ada yg ngatur dulu pun calon dia ini sm seperti aq nggak setuju soal poligami, tpi sekrang dia setuju…

aq bilang hidup itu pilihan, kalupun itu pilihan dia ya itulah… tpi menurutku kita masih bisa menolak untuk mencari yg lain, masih bisa memilih untuk tidak menjadi orang kedua.

Ada satu pertanyaan ku, di poligami itu takdir atau pilihan?

terpikir olehku bahwa poligami terjadi karena perempuan, benar kalau yg dibilang perempuan itu adalah salah satu dari pengganggu..

Saya perempuan, tpi saya juga tidak menolak istilah itu.

ada satu cerita, yg intinya akan terjadi poligami, tpi perempuan ini menolak setelah tau mau di poligami, dan akhirnya lelaki nya menjauh dan hidup lelaki kembali dgn istri pertamanya, see… perempuan masih bisa menolak… masih bisa mempertahankan keutuhan keluarga orang lain, coba saja kalau dia meng-iyakan… pasti poligami akan terjadi….

buatku… rasa sayang antara suami dan istri dlm rumah tangga itu cm 1, bukan untuk di bagi… kalaupun mau berbagi, sudah siapkan anda untuk di bagi juga? saya bukan menuntut emansipasi yg “menggelikan”… saya cm berpendapat, siapkah anda apabila berada diposisi terbalik?

Sebagai Renungan ……

Istri Untuk Suamiku

Mumpung masih hangat, saya punya kisah nyata pribadi tentang poligami. Siapapun yang beragama Islam pasti pernah mengkaji tentang bab poligami. Suatu hal yang diceritakan dalam Al-Quran yang tidak populer di masa kini.Pendukung dan penentang saling menggunakan ayat dan hadis untuk membela pendapatnya.

Suatu hari istri saya bertanya tentang poligami, mengikuti naluri laki-laki saya dengan semangat menjawab dengan cuek sok wise: ” Kan dicontohkan Nabi, masak saya menentang sih“.

Istripun menjawab,”Kamu tau di Al-Quran diijinkan 2,3, atau 4 kalau mampu berbuat adil, hari gini …………… siapa yang mampu berbuat adil, itu ayat buat Nabi, karena Nabi mampu berbuat adil.

Lho, ngga ada keterangan buat Nabi saja,”saya mendebat. “Nabikan uswatun hasanah, suri teladan yang harus diikuti dari A sampai Z, kalau semua orang bilang itukan buat Nabi, susah ngajak orang berbuat kebenaran, ngelesnya, itukan buat Nabi, sholat malam buat Nabi, puasa buat Nabi; kamu mau aku beralasan kaya gitu,”jawab saya ketus.

Istripun terdiam sambil cemberut. Kalau debat ngarang saya jagonya.

Jadi kamu suatu saat akan 2 in aku ya suatu saat nanti?”tanya istri saya memelas.

Saya kaget juga. “Wah, aku ngga tahu apa yang terjadi di depan,” kata saya sekenanya, dan membuat istri saya tambah sedih. “Ya udah deh kalau kamu mau nikah lagi, aku ikhlas, tapi aku ngga rela diduain, alias minta dikembalikan ke orang tua.”

Wuaaaaah…. kok jadi ribet urusannya, sedang diskusi agama kok buntutnya jadi sedih. Sepingin-penginnya poligami, juga kalau disodori pilihan kaya gitu jadi ngga tega.

Kok, kesitu sih larinya, aku cuma bilang ngga bisa prediksi ke depannya. Sahabat Nabi, tabi’in juga mayoritas berpoligami, apa aku mau nglebihin mereka dengan ilmu agama yang cetek begini?!

Ya sudah intinya aku ngga menentang poligami karena ayatnya jelas, dan ngga bisa poligami karena sudah pilih istri yang ngga mau dipoligamiin (istilah mana nih)”.

Sekarang yang adil begini saja, aku akan poligami kalau kamu yang minta, dan kamu yang milihin orangnya, setuju ?.”

Dan istri sayapun menyatakan setuju.

Suatu hari istri saya tiba-tiba nyeletuk. “Bi, (istri saya panggil saya abi, ayah dlm bahasa arab), aku mau nawarin kamu calon istri“.

Gubrakkkk!!! ! lagi santai-santai disamber geledek. Antara nafsu, harapan, curiga, penasaran…

Hmmm…yang bener..”, dengan muka yang ngga terlalu excited, sambil pura-pura baca buku.
Iya bener,”kata istri saya.

Kamu serius?” tanya saya lagi sambil meletakkan buku.
Serius !”
Kamu janji yah melakukannya karena Allah,”
Ya jelas lah, masa karena yang lain“, (sambil sok bijaksana tapi penasaran)
Bukan karena nafsu?”tanyanya lagi.
Ya jelass, yang milihin saja kamu, gimana mau nafsu?” jawab saya sok ngga pake napsu.
Memangnya siapa?’ tanya saya penasaran.
Itu Mak Ijah (nama samaran),”kata istri saya kalem.
“@#$@!????!! sssjggggeerrrrrr !!!!!”, (Mak Ijah seorang nenek berusia sekitar 70 tahun tetangga kampung yang sering berkunjung ke rumah kami untuk menawarkan hasil kebun)

Saat itu juga nafsu saya terasa terlempar ke langit ke 7. Karena Allah sih karena Allah …
70 tahun mau diapain…yang ada saya terkena alzeimer, penuaan dini dan impotensi dini, dalam hati saya menggerutu.

Saya terdiam cukup lama, dan istri saya tertawa terpingkal-pingkal melihat ekspresi saya.

Hua..ha..ha ha..aaaaaaaaaa. …dikerjain,

70 tahun terbayang Mak Ijah yang dekil dan bau khas wanita desa pekerja keras, yang kadang-kadang terlihat belekan.
Gembel………keimanan saya tidak teruji, saya tidak sanggup menikahi seorang nenek usia 70 tahun dengan lillahita’ala.

Ternyata keinginan poligami saya ngga ikhlas, masih ada nafsu, ya itu buktinya……
disodori ce jadul 70 tahun segera hilang semangat poligami.

Sambil terpaku..anak saya tiba-tiba mendekat, “Abi bikinin origami lagi dong…....”

Yah ngga jadi poligami malah bikin origami.

3 Responses to “about Pendapatku soal poligami…”

  1. imas said

    Dear Elti…
    Perempuan itu aku ya El..? huaha2…. narsis yah.. tapi beneran untuk menjadi yang kedua jelas adalah pilihan dan menurut pendapatku pribadi gak ada alasan untuk menerima poligami karena cinta, beribadah dan lain2… Intinya kita bisa sangat memilih untuk tidak pernah menjadi yang kedua dan banyak banget caranya….
    But… masalahnya adalah pada saat mungkin suami ingin berpoligami.. ini jadi sulit karena kita sudah melebur dalam sebuah kehidupan pernikahan yang mungkin sudah melewati banyak hal, punya harta, anak dll..
    So, the conclusion is.. poligami tidak akan pernah terjadi seandainya SESEORANG YANG KEDUA berani untuk menolak poligami…. OK?

  2. man lee said

    soalnya siapa yg mahu menolaknya…. mungkin ada sebab kenapa berlakunya poligami… biasanya kedua-dua insan lelaki/wanita udah menyetujuinya berlakunya poligami…mungkin juga poligami berlaku bagi menyelamatkan kaum hawa dan juda Adam daripada terus menerus melakukan kemaksiatan. tidak dinafikan ada wanita (istri) merelakan suaminya melakukan maksiat.. malah dia lebih gumbira daripada membenarkan suami berpoligami… apakah kita mahu diheret sama2 melakukan dosa

  3. etikush said

    http://etikush.blogspot.com/2009/03/aq-ingindipoligami.html

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>